29.4 C
Indonesia
More

    Berkat Pengabdian UNJ, Warga Cisaat Mampu Berproduktivitas Souvenir

    Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang sejak tahun 2018 menjadikan  Desa Cisaat, Kecamatan Ciater, Subang sebagai desa binaan. Ternyata tidaklah sia-sia karena warganya sangat menyambut baik dan mengimplementasikan dalam kehidupan nyata semua program program pendampingan UNJ yang berbasis penelitian dan pengabdian.

    Apalagi desa Cisaat sudah menjadi desa wisata dan merupakan daerah penyangga serta zona pariwisata di Kabupaten Subang. Desa ini berada di area obyek wisata yang sudah berjalan bahkan terkenal seperti Ciater Hotel & Resort dengan air panasnya, Astro Highlands Ciater, The Ranch Ciater dan D’Castello Ciater serta lainnya.

    “Makanya kami kerap melakukan pendampingan dan pelatihan dengan cara memberikan kail bukan ikannya langsung, “kata Dosen Tim Dosen Fakultas Teknik (FT) – UNJ, Dr. Dewi Suliyanthini AT.MM yang dihubungi Selasa(30/8/2022).

    Para peserta sedang memilah dan mencampur warna yang akan digunakan pada kain

    Apa yang dilakukannya merupakan tindak lanjut kerjasama UNJ dengan Pemkab.Subang tentang Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Kita pun bersyukur yang telah dilakukan pada Juni 2022 silam hingga kini masih berbekas dan akan ditindaklanjuti dalam waktu dekat seiring perkembangan yang ada di wilayah Desa Cisaat, “kata Dr.Dewi.

    Dia bercerita pada saat kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNJ bersama Tim Dosen Fakultas Teknik, Dra Harsuyanti Lubis. M.Hum. M. Noerhayono, MPd, Mahasiswa UNJ, Azizah, Veni dan Firda, beserta Guru-guru MGMP SMK Subang, yang diketuai oleh Amillia Sukma.  SPd, Ternyata peserta pelatihan cukup antusias dengan materi dan praktek yang diberikan.

    Tentunya materi yang diberikan gun meningkatkan kemampuan dan pendapatan seperti produk souvenir tie-dye (jumputan), T-shirt, masker, guidebag, kain pelangi.  Setiap peserta harus memiliki tekad kuat untuk mempersiapkan diri hingga memperoleh pendapatan dengan kemampuannya ini. Tentu saja masih banyak yang harus dikembangkan dan ditindaklanjuti sehingga termotivasi untuk berwirausaha.

    “Makanya kita berikan bagaimana membuat produk souvenir tie-dye, dengan teknik melipat kain, serta teknik pencelupan kain dengan zat warna sehingga  membentuk motif warna pelangi yang indah dan cantic, “ ungkap Dr.Dewi. Bahkan dirinya yang sering bulak balik Bandung-Jakarta masih banyak peluang dan celah hasil pelatihan awal dierkenalkan sebagai produk souvenir pada lokasi pariwisata.

    Sebagaimana diketahui kerjasama Desa Cisaat dengan UNJ dalam membangun edu-wisata inipun telah di resmikan oleh Mentri Paiwisata dan ekonomi kreatif Indonesia. Dr. H. Sandiaga Uno. Bahkan pendampingan desa wisata pada daerah Cisaat mendapatkan juara 3 nasional.  Pihaknya berharap pengembangan sumber daya oleh UNJ, termasuk hasil olahan nanas dan lainnya lebih meningkat lagi. “Yang dilakukan UNJ dalam programnya mengembangkan model wisata edukasi yang berbasis kearifan lokat masyarakat.

    Menyeleksi hasil karya peserta pelatihan

    Wisata edukasi yang dikembangkan berupa kegiatan rekreatif-edukatif yang dikemas dalam sauatu pola perjalanan wisata. Produk wisata edukasi ini menjadikan seluruh potensi yang ada di desa sebagai daya tarik wisata sekaligus media pembelajaran luar sekolah. Hal ini pun sangat sesuai dengan program merdeka belajar yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Related articles

    Recent articles